Istilah terumbu karang sering disalahartikan. Sebenarnya, karang (coral) disebut juga karang batu (stony coral), yaitu hewan dari ordo Scleractinia yang mampu menyekresi CaCO3 (lime stone). Hewan karang tunggal umumnya disebut polip. Adapun terumbu (reef) merupakan endapan batu kapur (lime stone), terutama kalsium karbinat (CaCO3). Dalam hal ini, terumbu dihasilkan oleh hewan karang dan biota-biota lain yang menyekresi kapur, seperti algae berkapur dan moluska. Ada istilah lain yang juga banyak orang salah mengartikannya, yakni karang terumbu merupakan komunitas hewan karang hermatipik, yaitu karang yang mampu membangun terumbu (Nybakken, 1992).
Baca Juga : PENTINGNYA BAHARI BAGI BANGSA INDONESIA
Terumbu karang (coral reefs) merupakan salah satu ekosistem laut yang terletak di dasar laut tropis. Terumbu karang dapat dikatakan sebagai hutan tropis ekosistem laut. Ekosistem ini memiliki peranan yang sangat penting dan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Terumbu karang terdapat di seluruh perairan dangkal (shallow waters) daerah tropis. Luas terumbu karang sekitar 600.000 km2 atau sekitar 0.2% dari wilayah lautan dunia. Terumbu karang terluas di dunia terletak di the Great Barrier Reef, Pantai Timur Australia dengan panjang lebih dari 2.000 km dan lebar 145 km. Akan tetapi, keanekaragaman karang dunia terbanyak berada di Kepulauan Raja Ampat di Provinsi Papua, Indonesia, yang mempunyai 553 spesies karang.
Terumbu karang diklasifikasikan sebagai organisme eukariotik (domain Eukarya) karena sel tubuhnya mempunyai nukleus yang mengandung materi genetik. Pada sistem klasifikasi Whittaker, karang diklasifikasikan sebagai hewan (Kingdom Animalia), karena karang adalah organisme eukariotik multiseluler yang memiliki tingkat kemampuan otot dan saraf. Dalam Kingdom ini, karang diklasifikasikan sebagai hewan yang termasuk dalam Filum Cnidaria.

Gambar : Ilustrasi Terumbu Karang (sumber : www.pexels.com)
Filum Cnidaria merupakan organisme karnivora yang memiliki bntuk tubuh radial simetris dengan struktur tubuh yang sederhana. Cnidaria memiliki mulut yang dikelilingi oleh tentakel nematokis yang berfungsi membantu menangkap mangsa. Pada umumnya, Cnidaria mempunyai dua fase dalam siklus hidupnya, yaitu medusa dan polip. Medusa dapat berenang bebas (misalnya ubur ubur), sedangkan polip sessile melekat pada bentos (misalnya anemon laut dan karang. Karang memiliki siklus hidup yang didominasi fase polip, berbeda dengan ubur ubur yang didominasi fase medusa.
Baca Juga : PANDANGAN TENTANG WAWASAN BAHARI
Karang diklasifikasikan ke dalam kelas Anthozoa atau Hydrozoa berdasarkan bentuk morfologi (polypoid dan atau medusoid) dan struktur anatomi rongga gastrovaskuler dan gastrodermis. Karang hermatipik (pembentuk terumbu) pada umumnya dianggap Anthozoa ordo Scleractinia yang memiliki ciri ciri, yaitu : keras, eksoskeleton berkapur dan endosymbionts fotosintesis (Zooxanthellae).
Editor: - Nurul Khairi, Ruang Maritim Indonesia, 2022.